Langkah Sehat Desa Patengan dengan Kegiatan Rutin Senam Bersama

Upaya untuk meningkatkan kesehatan telah dilakukan oleh masyarakat di Desa Patengan dengan mengadakan kegiatan senam bersama. Dari 22 tahun lalu hingga saat ini, kegiatan senam tersebut rutin dilakukan oleh sekelompok masyarakat di Desa Patengan. Pada awalnya, kegiatan senam di Desa Patengan hanya dipusatkan di satu lokasi, yaitu GOR balai desa dan antusiasme warga sangat tinggi hingga GOR Balai Desa Patengan hampir selalu penuh oleh peserta. Namun, seiring berjalannya waktu, lokasi senam bersama mulai bertambah di wilayah Desa Patengan sehingga jumlah peserta di GOR balai Desa perlahan menurun.

Senam bersama tersebut rutin dilaksanakan dua kali dalam satu minggu. Hari Senin, kegiatan senam diselenggarakan khusus untuk senam jantung sehat yang biasanya diikuti oleh kelompok masyarakat usia lanjut, sedangkan kegiatan senam di hari Selasa yang merupakan jenis senam aerobik dibuka untuk semua golongan usia. Berbeda dengan senam aerobik yang selalu dilaksanakan di GOR balai Desa Patengan, senam jantung sehat justru dilaksanakan berpindah – pindah lokasi.

Ibu Lani adalah seorang instruktur senam yang telah menemani kegiatan senam bersama semenjak perintisan senam di Desa Patengan hingga saat ini. Berawal dari ketertarikan Ibu Lani untuk mengikuti kegiatan senam dan berujung menjadi hobi beliau. Kegiatan senam aerobik kemudian didalami oleh Ibu Lani hingga saat ini beliau telah mendapatkan lisensi dari Asosiasi Instruktur Aerobik dan Fitness Indonesia (ASIAFI). Ibu Lani meyakini bahwa senam aerobik memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Keyakinan tersebut berdasarkan pada pengalaman pribadi Ibu Lani yang mana setelah hampir dua tahun melakukan pengobatan tanpa hasil, beliau justru merasakan sembuh dari penyakitnya setelah rutin melakukan senam aerobik. Dalam pernyataannya, beliau mengungkapkan bahwa “Kita berolahraga jadi happy. Ada masalah pun jadi tidak terpikirkan. Stress yang dirasakan jadi bisa tersalurkan dengan teriak-teriak, berkumpul dengan ibu-ibu lainnya, dan pergerakan dari otot-otot kita”. Kini, Ibu Lani telah mengantongi empat lisensi sebagai instruktur senam. Dengan bekal pengalaman dan ilmu yang dimilikinya, Ia merasa tidak ada persiapan khusus sebelum mengajar. Gerakan koreografi sudah tertanam kuat dalam ingatannya. Beliau merasa telah sepenuhnya menyatu dengan ritme dan energi senam. 

Ibu Lani memiliki harapan besar untuk kegiatan senam rutin Desa Patengan  di masa yang akan datang. Ia berharap bahwa senam semakin banyak diminati, tidak hanya untuk meningkatkan kesehatan, tetapi juga sebagai sarana menjalin kebersamaan. Dalam wawancara yang sudah dilakukan, Ia menegaskan bahwa senam bukanlah ajang persaingan, melainkan sebagai ruang kebersamaan dan saling belajar.  Sementara itu, Ibu Lani juga menyoroti pentingnya kualitas instruktur senam. Ia sangat menyayangkan para instruktur senam yang berlisensi justru tergantikan perannya oleh instruktur tidak berlisensi. Menurutnya, setiap instruktur seharusnya memiliki sertifikasi dan benar-benar menguasai teknik yang tepat. Ia menekankan bahwa mengajar senam tidak dapat dilakukan secara sembarangan—diperlukan pemahaman mendalam tentang gerakan yang benar serta kemampuan mengajarkannya secara bertahap dan terstruktur.

 

Penulis/Editor: Lana Khoirotun Hisan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *