Di tengah sejuk dan asrinya suasana Desa Patengan, tumbuh juga semangat luar biasa dari warga desa dalam membangun pola hidup sehat dari akar rumput. Salah satu bentuk nyatanya adalah rutinitas senam yang mereka lakukan tiap Selasa pagi di GOR Kantor Desa Patengan. Rutinitas ini bukanlah hal baru bagi masyarakat setempat. Sejak beberapa waktu terakhir, warga secara konsisten menyelenggarakan senam tersebut. Kebiasaan ini tumbuh dari kesadaran kolektif warga akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan semangat hidup aktif.
Sekitar 20 lebih warga, dengan mayoritas adalah ibu rumah tangga, mengikuti kegiatan ini dengan antusiasme yang tinggi. Kegiatan dibuka dengan sesi pemanasan untuk peregangan tubuh, lalu dilanjutkan dengan beberapa sesi kegiatan senam inti, mulai dari menggunakan musik yang enerjik, musik tradisional, hingga musik pop lokal yang sangat membakar motivasi dan mengundang keringat. Tidak hanya melatih fisik dan membugarkan badan, senam ini juga menjadi ruang temu sosial yang memperkuat hubungan antarwarga, menciptakan suasana yang hangat dan saling menyemangati.
Dalam wawancara dengan salah satu peserta yang aktif mengikuti rutinitas senam, yaitu Ibu Iis, terungkap bahwa kegiatan senam ini sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-harinya.
“Setiap Selasa pagi, kita berkumpul di sini. Awalnya memang saya ikut karena diajak-ajak, tapi lama-lama sudah seperti kebutuhan. Kalau nggak senam malah jadi ada yang kurang,” tuturnya sembari tersenyum antusias. Ia juga menambahkan manfaat nyata yang ia rasakan saat mengikuti kegiatan senam ini.
“Alhamdulillah, badan terasa lebih sehat, lebih enteng. Tapi yang paling penting itu, kita bisa kumpul-kumpul bareng, jadi nggak stres, malah banyak ketawa,” lanjutnya.
Kegiatan ini merupakan contoh nyata dari bentuk swadaya masyarakat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran bersama, yang juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk oleh desa dan juga oleh mahasiswa. Selain menjadi contoh praktik gaya hidup sehat, kegiatan ini juga membuktikan adanya budaya hidup sehat yang tumbuh dari bawah (bottom-up), tidak hadir dari instruksi, tetapi tumbuh melalui kebiasaan kolektif yang lahir dari kebutuhan nyata masyarakat itu sendiri. Apalagi di tengah era di mana banyak penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes yang makin meningkat, inisiasi warga ini merupakan langkah yang baik sebagai upaya preventif dari penyakit-penyakit tersebut.
Jika melihat lebih jauh lagi, kegiatan ini juga dapat menjadi ruang pemberdayaan informal sebagai cerminan dari peran penting perempuan-perempuan desa sebagai penggerak dan pengikat solidaritas sosial. Melalui dokumentasi dan publikasi dari kegiatan senam ini, mahasiswa berharap semangat warga Patengan dalam mengupayakan kesehatan serta solidaritas bersama ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di Rancabali. Inspirasi tersebut dalam bentuk bukti nyata bahwa untuk memulai hidup sehat, tidak dibutuhkan fasilitas mewah ataupun instruksi formal, melainkan cukup dengan niat, konsistensi, dan kebersamaan.
Penulis/Editor: Raia Ajeng Novradia
